• (0335) 8401552
  • bkd@probolinggokab.go.id
  • Jl. Raya Panglima Sudirman No. 134 Kraksaan-Probolinggo
Akhir Tahun, 29 Pejabat Pemkab Probolinggo Dimutasi

Sebanyak 29 orang pejabat struktural di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo dilantik dan diambil sumpahnya oleh Wakil Bupati Probolinggo Drs. HA. Timbul Prihanjoko di Pendopo Prasadja Ngesti Wibawa Kabupaten Probolinggo, Rabu (30/12/2020) pagi.

Pelantikan dan pengambilan sumpah ini dihadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo Andi Suryanto Wibowo, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo H. Soeparwiyono, Inspektur Kabupaten Probolinggo Sigit Sumarsono, Staf Ahli dan Asisten serta perwakilan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Camat di lingkungan Pemkab Probolinggo.

Hadir pula Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Probolinggo Hj Nunung Timbul Prihanjoko, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Probolinggo Hj Sudjilawati Soeparwiyono beserta segenap pengurus serta pengurus Tim Penggerak PKK Kabupaten Probolinggo dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Probolinggo.

Kegiatan yang dilaksanakan di masa pandemi Covid-19 ini menerapkan protokol kesehatan 4M secara ketat. Mulai dari Memakai masker, Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau hand sanitizer, Menjaga jarak serta Menghindari kerumunan.

Pejabat struktural yang dimutasi terdiri dari 2 orang pejabat pimpinan tinggi pratama (eselon II), 6 orang pejabat administrator (eselon III) dan 21 orang pejabat pengawas (eselon IV).

Serah terima jabatan diwakili oleh Abdul Halim kepada dr. Mansur sebagai Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan. Selanjutnya Abdul Halim akan menjabat sebagai Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Probolinggo.

Sementara penandatanganan pakta integritas secara simbolis dilakukan oleh Taufiq sebagai Sekretaris Kecamatan Krejengan. Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penyematan tanda jabatan camat kepada Mohammad Said yang akan bertugas sebagai Camat Wonomerto.

Dalam sambutannya Wakil Bupati Probolinggo Drs. HA. Timbul Prihanjoko mengatakan pelantikan dan rotasi pejabat bertujuan untuk mengisi kekosongan pejabat yang pejabatnya telah memasuki usia pensiun atau dipromosikan menjadi pejabat eselon lebih tinggi.

“Selain itu, untuk menghindari potensi stagnasi dan kesenjangan operasional dalam pelaksanaan tugas-tugas pemerintahan dan pelayanan publik agar tetap berjalan, terutama yang terkait dengan tugas pokok dan fungsinya masing-masing,” katanya.

Menurut Wabup Timbul, pelantikan dan rotasi pejabat ini adalah bagian dari kehidupan organisasi dalam rangka pemantapan dan peningkatan kapasitas kelembagaan serta merupakan bagian dari pola pembinaan karir pegawai.

“Sebagai bagian dari upaya penyegaran dan peningkatan kinerja, pelantikan ini hendaklah dimaknai terutama dari sudut kepentingan organisasi, bukan sekedar penempatan figur-figur pejabat pada jenjang jabatan dan kepentingan tertentu,” jelasnya.

Pengembangan karir pegawai tidak dilakukan semata-mata untuk kepentingan pegawai yang bersangkutan, melainkan lebih diutamakan untuk melakukan pembenahan dan pemantapan organisasi dalam rangka meningkatkan kinerja penyelenggaraan tugas dan pelayanan umum.

“Parameter utama yang digunakan dalam menentukan jabatan bagi setiap pegawai dilakukan melalui pertimbangan kapasitas, kompetensi, integritas, loyalitas, moralitas, pangkat serta nilai pengabdian dan komitmen terhadap tugas dan tanggung jawab kepada Negara,” pungkasnya